Overview Criminal Procedures in Indonesia

In general, the procedures criminal proceeding in Indonesia should be referred to Law No. 8 of 1981 regarding Criminal Procedures Law (“CPL“). Briefly, the procedures of criminal cases through the following stages:

  1. Stage of Preliminary investigation
  2. Stage of Investigation
  3. Stage of Prosecution
  4. Stage of Court Hearing in District Court

 Each of these stages is handled by different institution but still in one line, in the other hand that Continue reading “Overview Criminal Procedures in Indonesia”

Memahami Gugatan Class Action

Gugatan class action telah dikenal pertama kali pada abad ke 17 di Inggris, kemudian meluas penerapannya di abad ke 19 di negara-negara lainnya seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan lain-lain, yang pada umumnya adalah negara-negara dengan sistem hukum common law, tetapi bagi Indonesia sendiri pemahaman konsep ini masih terbilang baru. Meskipun konsep gugatan Perwakilan Kelompok berawal dari Inggris, namun prosedur gugatannya pertama kali baru dirumuskan dalam Undang- Undang di Amerika Serikat yaitu US Federal Rule of Civil Procedure (1938) dan diundangkan pada tahun 1966.

Continue reading “Memahami Gugatan Class Action”

Memahami Gugatan Citizen Lawsuit

Gugatan Citizen Law Suit (CLS) atau Actio Popularis pada dasarnya belum dikenal dalam sistem hukum di Indonesia. Gugatan model ini telah dikenal dan berkembang di negara yang menganut sistem hukum Common Law. Namun tampaknya konsep tersebut mulai sering digunakan dalam sistem peradilan di Indonesia. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat misalnya telah menerima model gugatan citizen lawsuit. Pertimbangan hakim menerima gugatan ini adalah bahwa “…setiap warga negara tanpa kecuali, mempunyai hak membela kepentingan umum. Dengan demikian setiap warga negara Continue reading “Memahami Gugatan Citizen Lawsuit”

Karakteristik Umum Pengacara: Street Lawyer dan Scientific Lawyer

Betapapun menantangnya menjadi seorang pengacara, seringkali melupakan aspek ilmiah yang menjadi senjata ampuh untuk membedah sebuah perkara. Hal inilah yang sering dialami seorang Street Lawyer, litigator, atau pengacara persidangan, karena pola pekerjaan yang telah menjadi rutinitas seringkali menemui titik jenuh yang cukup mengkhawatirkan. Pada tahap inilah sensasi ilmiah pada diri seorang pengacara semakin pudar dan perlahan hilang.

Istilah ‘Street Lawyer’ lahir dari sebuah judul novel karangan John Grisham yang digambarkan sebagai seorang pengacara yang menangani kasus kecil di tengah-tengah masyarakat. Kemudian dalam perjalanannya, seorang pengacara yang berasal dari law firm papan atas turut bergabung dengan Street Lawyer tersebut, dan terjadilah perubahan signifikan. Metode penyelesaian yang dimainkan oleh seorang Street Lawyer adalah lebih mengedepankan ketajaman negosiasi mulai dari cara halus hingga keras.

Continue reading “Karakteristik Umum Pengacara: Street Lawyer dan Scientific Lawyer”

Karyawan Kontrak: PKWT dan Outsourcing

Istilah karyawan kontrak merupakan istilah yang sering digunakan oleh kalangan perusahaan, pekerja dan serikat pekerja di lapangan. Hal ini merujuk pada praktek yang sering terjadi bahwa karyawan kontrak adalah karyawan yang belum memilki kepastian atas masa depan pekerjaan/karir karena sewaktu-waktu dapat diputus hubungan kerja mereka oleh pemberi kerja (perusahaan).

Pada dasarnya Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUTK) hanya mengenal istilah Perjanjian Kerja, yakni Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Continue reading “Karyawan Kontrak: PKWT dan Outsourcing”